catatan diri dan tren berita di masyarakat

Selasa, 16 Oktober 2018

Kok Jadi Branding Zaman Now!

Guys, udah kenal dong dengan yang namanya merk ? ituloh sejenis dengan artis, idol, indomi dan akua.

Bagi kamu yang tidak mau maju, tinggi, dicari-cari maka jangan kamu buat branding diri kamu. Low profile aja. Jadi biasa-biasa aja. Kebanyakan orang. Orang biasa.

Tapi Zaman NOW gitu loh. Tidak memiliki branding yang ditonjolkan, bisa menjadi branding kamu. Tidak mau branding tapi malah terbentuk branding dengan sendirinya. Nah loh, kok bisa ?

Yah  bisa lah ... zaman now gitu loh!

Zaman dulu orang atau perusahaan kalau mau branding, keluar usaha keras dari mulai bikin iklan TV, iklan radio, hingga brosur dan booth-booth event.

Zaman now, semua serba instant dan masiv. Skala luas, seluas jangakauan TV di dunia ini berada. Bahkan branding seorang artis atau produk pun semakin luar biasa usahanya. Bagi yang punya talent, akan semakin bersinar di zaman now ini. Bahkan artis zaman dulu yang sudah tua, bisa kinclong lagi di zaman now.

Kenapa ?

Karena zaman now ini, akses internet semakin mudah, cepat dan banyak. Bayangkan saja dulu teknologi internet adalah sesuatu yang langka, Hanya di universitas dan militer yang punya mega komputer untuk mengakses internet. Sekarang di zaman now ini, hampir semua orang muda di dunia ini memliki akses ke internet dengan cepat, mudah dan murah.

Cukup buka aplikasi browser di HP android yang harganya murah-murah itu. Zash! Internet terbuka. Mesin pencarian mencari apa yang kita ketikkan. Belum lagi aplikasi sosial media. BETTz! Postingan menarik bisa dilihat dan disukai banyak orang.

Itulah sebabnya, branding zaman now semakin mudah dilakukan. Bahkan tanpa kita sadari. Itulah kenapa diawal saya katakan :
Tidak mau branding tapi malah terbentuk branding dengan sendirinya. Nah loh, kok bisa ?
Cukup bersosial media saja. Aktivitas sehari-hari. Orang-orang biasa akan membentuk brandingnya sendiri. Tanpa mereka sadari. Selfie-selfie. Video-video toktok. Hingga twit-twit gosip dan comel.

Maka Zaman Now begini, berusaha memperbanyak saluran branding kamu akan membuat kamu melompat lebih tinggi. Sheila on 7 masih bisa melompat lebih tinggi dengan adanya sosial media bercengkrama dengan penggemar setia mereka dari dalam dan luar negeri.

Dan website memiliki perannya sendiri dalam saluran branding zaman now loh! Suer.
>eh ...

Punya website berarti kamu punya kantor resmi istilahnya. Maka punya website haruslah menjadi yang terdepan dalam branding kamu. Ya, karya-karya toktok kamu boleh ada dimana saja, sampai cuit-cuit di buku pertemanan tapi, website perlulah menjadi cahaya mercusuar kamu kalau kamu mau branding agar dapat melompat lebih tinggi lagi.

Saya sudah coba beberapa situs pembuat website. Webpraktis menjadi salah satu alternatif bila kamu butuh fitur lengkap siap pakai. Apalagi bila kamu ingin punya toko online dan Profil Bisnis. Asli siap pakai. Caranya pun mudah, cukup :
1. buka Webpraktis, lalu baca info-infonya, dan scrooll sampai bawah hingga ada tombol buat website
2. lalu pilih kategori website kamu akan tentang apa (toko online, profil bisnis, dll) dan pilih desain websitenya.
3. Isi biodata, isi nama website kamu, dan isi ID saya, yaitu AG94
4. Klik-klik bikin password yang mudah saja biar gk lupa.
6. selesaiii ....

Lalu bagaimana dengan saya ?
Saya pun mulai sekarang mulai menata kembali karya-karya website saya yang 'saya apa adanya'
di
www.imraanmuslim.my.id sebagai web pribadi saya menyampaikan opini saya pribadi
www.jalan-jalantraveler.web.id sebagai web untuk hobi saya jalan-jalan ke suatu tempat
www.politik.web.id sebagai web tempat saya menaruh perhatian terhadap politik yang positif dan no hoax
www.masjidalfurqonnanggela.web.id sebagai web tempat saya mengajak kamu untuk berdonasi mengeluarkan sebagian hartanya untuk membangun Masjid Al Furqon di Nanggela. Semoga dengan perbuatan baik ini, kamu akan mendapatkan ganjaran yang tidak putus hingga hari kiamat nanti. Amiinn
Share:

Jumat, 05 Oktober 2018

UX Talkshow : Perspective Agency and Start-up

Beberapa hari lalu, tepatnya Sabtu, 30 Septembet 2018 pagi, saya menghadiri talkshow tentang Perspektif UX dimata praktisi agensi periklanan dan start-up aplikasi. Acara ini penting untuk saya karena menjadi titik balik ritme belajar saya selama ini yang pasif. Forum Belajar Kreatif adalah tempat saya belajar hal baru tentang dunia kreatif. Saya belajar isu baru yang ada di dunia luar. Bukan berati saya tidak hadir di dunia. Hanya saja saya terfokus di ruang dan waktu kerja. Kasihan ya saya.

Nah, UX ini menurut saya sedang tren beberapa tahun belakangan ini. Awalnya saya berprasangka bahwa ini bagian dari koding di tim developer web atau programming. Rupanya saya salah. UX adalah nama kerena untuk  pengembangan produk aplikasi yang melibatkan kerja-kerja riset (litbang, statistik, psikologi, demografi), kerja teknis (koding, programming), dan kerja desain grafis untuk tampilan antar muka (interface) produk.

Bagi praktisi agensi periklanan, UX ini lebih kentara dengan ritme kerja selama ini yang harus dimulai dari pitching atau penawaran jasa produk kepada calon klien. Bila klien suka, UX dimulai dari membuat rancangan proposal yang berisi target iklan, demografi, ekonomi, lalu tren apa yang sedang berlangsung hingga pembuatan jadwal atau time schedul. mendengar kemauan klien terkait hal-hal yang dibutuhkan.
Share:

Viewer

Mengenai Saya

Foto saya

Apa kabar kawan. Saya seorang pendengar baik. Beberapa kali berinteraksi dengan banyak orang, membuat saya menjadi pendengar baik. Saya konsultan manajemen yang meminati coaching dan FGD. Saya meminati pengembangan sumberdaya manusia bisnis. Saya tidak ahli dalam desain grafis tapi saya tahu bagaimana memandu kebutuhan desain grafis kamu.
Dulu saya meminati studi kultural, kolaborasi multidisiplin dan tentang ke-Indonesia-an. Sekarang saya sedang mengoptimalkan diri saya untuk siapapun yang ingin terjun di start-up digital.

Diberdayakan oleh Blogger.

DETOKS IT'S BUAH

IT's Buah

Labels