catatan diri dan tren berita di masyarakat

Minggu, 08 Februari 2015

KERJA - HARAPAN

Saya membayangkan pekerjaan harian saat ini. Masih on the track dari dasar harapan saya selama ini. Namun seperti saya pernah menghadapi kejadian serupa dari curhat orang lain, rasanya pekerjaan harapan dan impian ini tidak senyaman harapan dan impian sebenarnya. Apakah kamu juga ?




Ini seperti saya pernah berada pada posisi Hideyoshi ketika dia mencari tuan tempat dia bekerja dan berbakti. Namun tidak dia dapatkan kastil yang bisa menerima dirinya. Kalaupun dirinya sudah diterima, kastil tersebut ternyata tidak sebaik harapan dan impiannya.




Kerja dalam harapan saya adalah suatu pekerjaan yang memberikan kepuasan dalam hal waktu, usaha, lingkungan dan ekonomi.


Waktu adalah hal yang penting karena waktu rotasi bumi hanya 24 jam dalam sehari. Mengingat ada standar kerja bahwa seorang pekerja bekerja minimal 8 jam dalam sehari dan sekitar 21 hari dalam sebulan. Waktu tidur sekitar 8 jam diwaktu malam. Sedangkan sisa 8 jam lainnya adalah waktu-waktu yang entah tercampur antara jam makan siang, perjalanan pergi dan perjalanan pulang. what the mean ...

Usaha bagi saya adalah dimana suatu pekerjaan dikerjakan dengan pengalaman ilmu, kesenangan dan gairah. Bila sejak awal kamu sudah menetapkan apa yang kamu sukai, maka melakukan pekerjaan yang kamu sukai akan menjadi lebih memuaskan. Bila tidak, mungkin akan perlu waktu yang lebih lama bagi mu untuk mengadaptasikan diri agar lebih bergairah dalam bekerja.


Lingkungan dalam pekerjaan terkait dengan orang-orang, tempat bekerja, peraturan dan mungkin budaya. Mendapati orang-orang yang setara-senasib sepenanggungan, asik, humble, kharismatik, positive thinking, dalam pekerjaan kita merupakan suatu harta yang berharga. Kita akan mendapati nilai plus-plus dari waktu-waktu dan usaha pekerjaan kita. Namun sekali lagi, bila didapati orang-orang disekitar pekerjaan kita tak lagi asik, tak lagi kharismatik, berlawanan dengan humble meski bicara kesetaraan, positive thinking hanya kala ada kesenangan, sedangkan kala susah, maka saya atau kamu bahkan banyak orang menjadi terlibat dalam "nuansa buruk itu" .... ruin my world.


Ekonomi tentu lebih jelas pada harta, dan kebutuhan biologis manusia. Harta - penghasilan - uang - barang-barang - makanan, pakaian, dan lain-lainnya yang bisa dilakukan dengan uang. Dulu saya meremehkan uang, dan penghasilan. Namun sejak orang-orang disekitar saya mengatakan bahwa uang itu penting dalam hidup ini, maka saya pastikan bahwa harapan akan uang menjadi salah satu hal penting dalam pekerjaan. Bukankah kamu juga begitu ?


Namun adakalanya dunia kerja tidak sebaik harapan kita. Semisal saya mempunyai harapan pekerjaan A meski dengan waktu yang standar 8 jam, namun saya dapati secara ekonomi tidaklah sesuai dengan harapan. Ada pula pekerjaan B juga dengan waktu yang standar 8 jam, namun ternyata karena faktor lingkungan kerja, membuat kita bekerja dengan usaha yang tak optimal. Apalagi dengan pekerjaan C dengan waktu yang lebih dari 8 jam dan lingkungan kerja yang bikin sakit hati karena orang-orangnya--boss mungkin BAHKAN secara ekonomi tidak semestinya lebih rendah.



Apakah ada pekerjaan yang sesuai dengan harapan ? rupanya mungkin ada. mungkin sulit. mungkin saya yang tidak perlu membuat harapan yang muluk-muluk. mungkin perlu adaptasi untuk menerima pahit getir dunia. Ah, menyesal saya tulis pahit getir itu ternyata saya dapati dalam pekerjaan saya. Something wrong with me. Ada sesuatu yang salah dalam pahit getir dunia ini. Apakah harus menyalahkan dunia ? Penguasa ?



Alangkah tegarnya Hideyoshi dalam hidupnya yang dipandang hina karena diremehkan orang. Tak menyerah meski mungkin dia dapati dirinya hanyalah seorang penjual jarum keliling. Menjual JARUM dijalan-jalan dari rumah ke rumah. ... hanya untuk mendapati dirinya dapat makan sekepal nasi tiap harinya. Hanya untuk memastikan bahwa kalaupun besok dia tidak dapat uang, dia masih merasa kenyang karena nasi dari hasil usahanya kemarin atau bahkan seminggu lalu. Dan dia tetap tegar untuk menemukan seseorang yang patut dia berikan kompetensi dan kesungguhannya dalam bekerja. Mungkin perlu dicatat, Hideyoshi memiliki kompetensi sebagai seorang pembantu. Pembersih kandang kuda. Pengambil dan pembawa sendal. Dia hanya pelayan. Namun dia gembira, bergairah ketika mendapati dapat memberikan pelayanan dalam pekerjaannya. Service Excellent mungkin tidak dapat kita temui, namun Work with Heart, Hideyoshi abdikan dirinya untuk pekerjaannya.



Apakah usahaku ini tidak dari hati ? Kak Hirmana selalu mengatakan 'passion' dan 'passion' ... namun sedihnya, saya selalu terbentur dengan lingkungan kerja. Dan aku dapati bahwa Hideyoshi hanya benar-benar pergi dari pekerjaannya ketika terpaksa karena 'bahaya'. Resiko bukan karena pekerjaan. Namun resiko karena lingkungan kerjanya. Resiko yang terkait dengan nyawa dan... nurani.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Viewer

Diberdayakan oleh Blogger.

DETOKS IT'S BUAH

IT's Buah

Labels