Rabu, 24 Juli 2013

Seorang Nenek Pinggir Jalan

Perjalanan pagi saya menyadarkan saya sesuatu hari ini. Saya sadar untuk berusaha tetap dapat melihat kebaikan dan pelajaran dari kehidupan. Metromini 07.


Seorang nenek di pinggir jalan. Dia menunggu bus yang ditunggunya. Setongkat kruk pembantunya berdiri dan berjalan. Tanpa shelter atau halte bus dia berdiri. Hanya di pinggir jalan. ITC Cempaka Mas.

Seharusnya pemerintah daerah tahu bagaimana mengidentifikasi dan mengevaluasi ketersediaan fasilitas umum yang memang dibutuhkan oleh masyarakat. 

Saya pernah mendengar cerita bagaimana di sebuah kota padat gedung, seorang entrepreneur berniat untuk membuat jalan. Dia ingin menjadi manfaat bagi banyak orang. Namun dia merasa harus tahu bagaimana kebiasaan jalan orang-orang yang melintas disekitar gedung agar apa yang diusahakan tidaklah sia-sia.

Apakah yang dia lakukan ?
Dia memperhatikan orang-orang yang melintas. Lalu dia menanam rumput di jalan-jalan sekitar gedung tempat orang banyak melintas. Hanya dalam beberapa minggu dia berhasil membuat jalan dan petunjuk jalannya. Hanya dengan bermodal niat dan usaha menanam rumput. Orang-orang yang melintas akan meninggalkan jejak rumput yang terinjak. Lambat laun jejak itu akan membuat peta jalannya sendiri. Alami. Terbukti jalan itu lebih mudah diakses dan bermanfaat bagi orang-orang kantor yang lewat.

Bagaimanakah dengan ketersediaan fasilitas publik seperti shelter bus ? Amati saja dimana orang-orang biasa berdiri menunggu bus. Kaji, evaluasi lalu sediakanlah shelter yang memadai untuk semua kalangan.

Done !


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JUARA MERDEKA 2019

Assalamu'alaikum Halo Guys n Gals Agustus 2019 ini Negara Indonesia memasuki usia 74 tahun sejak kemerdekannya pada 17 Agustus 1945 ...