catatan diri dan tren berita di masyarakat

Selasa, 11 Juni 2013

Beruntung Bersekolah



            Hari itu adalah hari dimana saya pertama kali diterima di sebuah sekolah menengah di Jakarta Selatan. Apa yang saya masih ingat saat itu adalah momen ketika berkenalan dengan dua orang anak gemuk berkacamata dan berbadan tambun. Heheh… maaf teman, tidak ada padanan kata lain. Itu juga momen dimana sebuah khayalan menjadi nyata.

Loh ?!


Iya, momen pertama kali saya tiba di sekolah itu adalah hal yang membuat saya begitu bahagia. Terbuka semua tirai keraguan dan khayalan akan sebuah sekolah di tempat itu. Pasalnya ketika ingin mendaftar pertama kali, saya menyebutkan nama sebuah sekolah dengan ragu-ragu.


Saya ragu karena saya hanya mengandalkan ingatan saya yang lemah. Saya ragu karena saya benar-benar tidak tahu tentang keberadaan sekolah tersebut. Saya ragu karena saya mengambil keputusan untuk mendaftar di sekolah tersebut tepat ketika di hari terakhir seharusnya saya mendaftar. Panik muncul ketika wali kelas saya mengatakan bahwa pendaftaran sudah di buka dan mungkin hari terakhir mendaftar.

Tidak ada keraguan dalam diri saya bahwa ketika itu saya panik. Bagaimana bila saya tidak dapat mendaftar karena sudah hari terakhir pendaftaran ? Bagaimana bila saya tidak dapat bersekolah karena nama sekolah yang saya tuju tidak nyata ? Saya sebutkan nama sekolah itu karena saya ingat pernah ada kakak kelas saya yang mengatakan bersekolah di tempat tersebut. Apa yang membuat saya ragu adalah bahwa kakak kelas saya itu dua tahun di atas saya dan itu ... a long long time ago...

Saya masih ingat bahwa Ayah saya menguatkan saya. Mendukung pilihan saya—yang saya sendiri masih ragu. Rupanya Ayah saya juga pernah mendengar ada sekolah di tempat yang saya sebutkan. Berboncengan motor, saya dan Ayah berangkat ke Gang Potlot di hari itu juga setelah bertemu wali kelas saya yang ’nyentrik’ itu. Di dalam Gang Potlot ada sekolah tempat pendaftaran. Ketika itu saya jg baru tahu dari Ayah bahwa di Gang Potlot ini juga terkenal sebagai ’markas’ band musik SLANK berada.

Singkat cerita, disinilah saya berada. Di depan gerbang SMA Negeri 38 Lenteng Agung yang sebelumnya saya ragu akan keberadaannya. Jantung saya berdegup serasa berirama dengan teriakan hati saya, ”Hore sekolah ! Sekolah ! Sekolah !”

Inilah khayalan saya akan sebuah sekolah. Ingatan yang buruk. Orang yang lambat. Kurang informasi. Main tebak-tebakan ....

Apakah hal ini termasuk yang direncanakan ?!
Apakah hal ini adalah hal yang baik ?!
Bagaimana menurut mu ?

....

Menurut saya itu adalah sebuah keberuntungan. Just Luck !

Keberuntungan yang saya maksud adalah hoki. Kan suka ada tuh yang bilang, ”Tuh orang hoki banget,” setelah mendapatkan hadiah mendadak atau mendapatkan sesuatu yang bagus. Padanan kata lain untuk kata ’beruntung’ itu berarti ’hoki’, ’mujur’, dan ... apa lagi ?

Apakah keberuntungan itu seperti seseorang yang mendapatkan hadiah mendadak ? atau dalam hal yang tidak mengenakkan seperti ’mendapat durian runtuh’ ? atau keberuntungan hoki itu adalah sesuatu hal yang terkait magis tanpa perlu melakukan apa-apa ? hanya cukup ”Voila !”


Kehidupan ini menurut ahli fisika, berada dalam sebuah mekanisme hukum alam. Jenis-jenis hukum alam juga banyak ya. Seperti adanya istilah ’hukum rimba’, hukum gravitasi’ dan hukum-hukum lainnya.

Seperti sebuah standar operating precedure (SOP), hukum alam ini terjadi tidak begitu saja ada. Hukum alam ini juga tidak boleh keluar dari jalurnya seperti seorang karyawan tidak boleh melanggar SOP tempat dia bekerja. Hukum yang pasti kita temui adalah ’hukum sebab-akibat’.

Hal yang bisa ditarik kemungkinan terkuat bagi saya, keberuntungan hidup itu masih erat hubungannya dengan hukum alam sebab-akibat. Tidak ada di dunia ini sesuatu ada bila tidak ada sebabnya. Apakah saya termasuk orang yang realistik dan materialistik ? nah, untuk masalah ini silahkan baca-baca lagi buku tentang filosofi tersebut. Anggap saja pertanyaan sambil lalu. Heheh ...

Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa keberuntungan saya dapat bersekolah di LA itu adalah karena usaha yang saya lakukan YANG seperti kalian tahu dari cerita saya, usaha yang lemah karena tidak melalui perencanaan.

Kok bisa usaha yang lemah dalam perencanaan BAHKAN ragu-ragu karena lupa-lupa ingat itu bisa ’beruntung’ masuk ke sekolah yang dituju ?

Ingat ada sebab maka ada akibat. Apa sebab saya akhirnya dapat bersekolah di LA? Itu karena saya dan Ayah saya masih mengusahakan untuk bersegera mendaftar dan mencari tahu keberadaan sekolah tersebut. Meski saya lemah dalam hal ini, sebaiknya yakinkan diri lebih kuat pada sebuah pilihan disaat Anda ragu untuk bertindak.

            Tulisan-tulisan berikut ini adalah ulasan saya sendiri betapa hidup dapat lebih indah bila bisa kamu pahami, sayangi, dan pasrahkan setelah berusaha dengan sebaik-baiknya. Ya, pahami makna hidup ini. Cari tahu dari dirimu sendiri. Sayangi hidup ini sesayang bahwa kamu pernah berjuang keras untuk hidup mu sendiri. Pasrahkan hidup ini setelah kamu berusaha dengan sebaik-baiknya. Lakukanlah dengan ’manajemen’ yang baik. Iringi dengan kemauan yang kuat untuk menjadi lebih baik lagi.

Ingat : Positif Thinking, Do it, and then Ikhlas !

(im)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Viewer

Diberdayakan oleh Blogger.

DETOKS IT'S BUAH

IT's Buah

Labels