catatan diri dan tren berita di masyarakat

Senin, 27 Mei 2013

My City, My Pain

Untuk yang selalu bergundah gulana meracau atas kebobrokan kota ini :

(1)
Kemarin sore (14/5) saya menunggu sebuah bus. lama menunggu bus. Padahal bus ini sudah memiliki jalur khusus jalannya sendiri. Karena menunggu lama dan saya tidak suka menunggu terlalu lama, saya mengambil keputusan untuk loncat dari shelter bus yang tinggi itu. Saya loncat keluar dari shelter bus dan berjalan menuju pemberhentian bus reguler. Di jalan raya tempat bus reguler biasa lewat, saya dapati bus reguler yang  akan bisa mengantar saya menuju tujuan.

Lebih baik berjalan dan bergerak daripada harus menunggu dalam penantian dan harapan yang begitu lama.

(2)
Sore itu di bus reguler, saya menyaksikan aksi perampokan di tengah jalan raya. Beberapa anak muda (menurut saya remaja) berlari menghampiri sebuah mobil sedan mewah. Mobil sedan mewah ini berjalan perlahan karena memang situasi jalan raya sedang padat. Dua anak muda yang menghampiri samping kiri-kanan mobil mengepalkan kedua tangannya ke atas. Layaknya raksasa yang ingin menghantam musuhnya begitu pula kedua pemuda itu.

Wajah beringas dengan tangan berurat menghantam kaca spion di kiri dan kanan mobil.

BRAKK !!

Saya rasa dan pikir itu bukanlah sebuah tindak pencurian. Itu perampokan ! Dan saya masih dapat memperhatikan saat bus yang saya naiki mulai berjalan menjauh, kedua pemuda itu masih sempat mengintimidasi pengemudi mobil. Saya perhatikan juga beberapa teman para pemuda itu sudah siap dengan motor dan wajah garang mereka.


Sekarang saya berpikir ulang mengenai Gotham City dan Element Network ...
Share:

Ironi Pendidikan Desa ku

Ada alumni yang menggugat hasil pendidikan yang dia terima. Berbicara lantang laksana orator yang penuh wibawa. Skeptis dengan dunia pendidikan Indonesia. Bervisi untuk pendidikan yang lebih memanusia ... penuh semangat berapi-api ...


Saya menerima itu apa adanya dengan mengingat diri ini bahwa saja juga sependirian dengan hal tersebut. Memanusiakan manusia adalah tujuan pendidikan. Namun saya tidak habis pikir bagaimana mereka yang menggunggat dan menghujat terhadap pendidikan Indonesia sekarang ini-dapat melangkah bergerak membuktikan caranya sendiri tanpa harus skeptis dan berlepas diri dari sistem yang ada.

Kalau bukan Anda yang membuat perbaikan dalam sistem itu, SIAPA LAGI ?!

Apa yang saya lakukan adalah memberikan jalan dan kesempatan bagi Anda untuk sama-sama, "Yuk, lakukan perubahan."

CMIIW
Share:

Viewer

Diberdayakan oleh Blogger.

DETOKS IT'S BUAH

IT's Buah

Labels