catatan diri dan tren berita di masyarakat

Senin, 11 Februari 2013

A Thousand SORROW

Sepertinya senandung A Thousand Years tidak memberikan banyak kekuatan bagi prasangka-prasangka buruk dalam hubungan pria dan wanita. kesimpulan ini saya dapatkan dari pengalaman saya sendiri. tidak berarti saya menutup mata dari banyaknya kejadian serupa tapi tak sama pada banyak pasangan. senandung itu hanya sebuah kesenangan semu akan sebuah kerinduan pada pasangan.




Teman wanita saya begitu banyak prasangka. tidak bermaksud untuk menggarisbawahi dan menebalkan hal tersebut tapi itu pendapat saya.  saya tidak bermaksud untuk memikirkan hal itu saja tapi rupanya perasaan saya mengatakan hal yang serupa.


Ada begitu ragam prasangka. intuisi.

mudahnya saja dapat saya bagi dua :
  1. prasangka atau dugaan positif = ini berarti ada dugaan kebaikan, perilaku positif, kebahagiaan dan sejenisnya
  2. prasangka atau dugaan negatif = ini berarti ada dugaan kecurigaan sesuatu yang jahat, perilaku negatif, kecemburuan, iri, tersinggung dan sejenisnya 

Teman wanita saya yang saya sampaikan A Thousand Years melalui bulir-bulir embun dan kabut ini rupanya memiliki prasangka negatif terhadap saya.

Saya tidak menutup kemungkinan begitu lah sebenarnya keadaan manusia. saya tidak ingin menolak hal yang manusiawi ini.

... pun saya juga memiliki perasaan juga. tidak bermaksud untuk berprasangka buruk maka saya memilih untuk bersikap diam. rupanya diam bukanlah tindakan yang tepat dalam menyikapi prasangka-prasangka negatif yang sudah terlanjur mewujud dalam tingkah laku yang ganjil.


teman wanita saya mengacuhkan saya dalam situasi saya baru saja sadar dari kelelahan bekerja. mengacuhkan, mendiamkan, tidak bersikap selayaknya teman wanita yang hangat.

dalam waktu yang singkat saya menangkap ada keanehan pada teman wanita saya

kekagetan yang sejenak tapi saya tahu bahwa saya sudah diacuhkan dengan cara yang elegan. tak ada sikap pertentangan. tak ada nada yang meninggi. tak ada wajah yang masam.

Saya tahu bahwa ada yang membuat teman wanita saya gusar. meski dia tak menunjukkan sikap negatif justru saya temukan keganjilan. pengacuhan = ignoring !


IGNORING !

Saya sampai pada tema yang membuat saya begitu marah. pengacuhan atau IGNORING adalah hal yang membuat saya begitu marah. membuat saya emosi. tak stabil. hal ini lah yang membuat saya harus menuliskan dua kalimat yang hampir sama. Huff ....


Saya belum dapat mendalami kajian psikologi tentang hal-hal di atas. ingin bersikap Slow Bae tapi lagi-lagi masalah tersebut menyentuh tombol kemarahan saya. 

 padahal tombol emosi marah itu sudah saya simpan di bagian yang terdalam.


Saya bukan lah pemarah. Saya adalah "A"
Saya pencari kedamaian bahkan saya akan menjilat ludah saya sendiri demi orang lain.

namun apa yang terjadi sekarang ini adalah bukan lagi ribuan kerinduan, bukan pula ribuan air mata, tapi .... A Thousand Sorrow ...

inilah hasilnya
inilah akhirnya

terimakasih
Share:

1 komentar:

  1. pangeran cinta m'anggap perjuangan cinta tlah b'akhir saat cinta itu tlah digenggam. tak ada lagi pupuk perhatian dan pengertian akan apa yang diharapkan oleh dewi cinta. kesibukan, mgkn kambing hitam yang selalu dijunjung saat komunikasi perlahan m'hilang. tidak mudah m'erti akan hati yang m'cinta karena cinta tak terlihat, cinta hny bisa dirasakan. saat benih cinta merekah terkadang kita lupa untuk memupuk dan merawat cinta itu, dengan perhatian, kasih sayang, pengertian dan toleransi yang lebih tinggi bila dibandingkan perjuangan m'dapatkan cinta itu. cinta mbutuhkan p'orbanan yang tak kan pernah usai untuk menjaganya tetap abadi. pangeran cinta apakah kau bisa memahami dewi cinta??? dewi cinta apakah kau bisa memahami pangeran cinta??? hilangkan egois... kini saatnya bicara tentang hati yang mencintainya....

    BalasHapus

Viewer

Diberdayakan oleh Blogger.

DETOKS IT'S BUAH

IT's Buah

Labels

Arsip Blog