catatan diri dan tren berita di masyarakat

Sabtu, 19 Januari 2013

Turki : Harem



Review Kajian Sejarah Islam Kemunduran dan Reformasi Kesultanan Turki abad ke-18

Sahabat, hari ini saya mengikuti kegiatan kajian studi sejarah islam. Tema utama pertemuan hari yang hanya berdurasi 2 jam mengenai kemunduran dan reformasi kesultanan Turki abad ke-18. Sebenarnya saya kurang mengetahui mengenai sejarah Kesultanan Turki dan kaitannya dengan ke Khalifahan Islam. Kasihanilah saya….Rupanya setelah ini saya tahu mengenai Harem dan cerita mengerikan dibaliknya. ...



Bicara Turki, maka panjang ceritanya. Kata guru saya, 700 tahun sejarah. Namun hal yang lebih membuat masyarakat Islam ataupun di Eropa patut menjadi bahan refleksi bersama adalah bagaimana Turki memberikan andil yang sangat besar bagi perkembangan dunia sekarang ini. Baik dan buruknya.


Turki sebagai ke Khalifahan Islam digerakkan oleh sebuah sistem kesultanan. Perluasan wilayah Islam dimasa ini semakin meluas daripada masa zaman Rasul Muhammad SAW, Khalifaur Rasyidin, dan Khalifah sesudahnya (Usmani dan Abbasiyah). Jazirah Arab. Jauh ke Timur ada Bagdad, hingga perbatasan India. Jauh ke Barat, melalui Mesir hingga ke Al Jazair dan Maroko.



Masa Terang Benderang masyarakat Muslim yang menerangi Dark Age masyarakat Eropa membawa mereka pada Masa Rennaissance. Masa terang benderang ini didukung oleh dukungan Sultan pada kelompok pemikir. Para ilmuan Islam ketika itu membuat perkembangan ilmu pengetahuan pada tempat yang tidak pernah dibayangkan oleh masyarakat Eropa. Hingga Kesultanan “melepaskan” elit pemikir yang berada di daratan eropa di tempat yang lebih mendukung (seperti pemerintahan Spanyol-Andalusia). Hingga lahirlah gerakan pertentangan kelompok Gereja dan Pemikir Pengetahuan dalam masa-masa Renaissance di Eropa.


Saat ini saya tidak bisa menceritakan bagaimana detil kronologisnya. Apa yang saya ceritakan disini adalah garis besar kaji ulang saya pribadi dari apa yang saya dengar dari kelas informal hari ini. Hal yang sangat disayangkan adalah pertemuan hari ini adalah pertemuan kedua. Itu berarti sudah banyak cerita yang tidak saya tahu sebelumnya. Namun kurang lebih sebagai berikut :


Turki ketika masa Sultan Sulaiman I mengenal yang namanya Harem. Harem disini biasanya dibahasakan sebagai selir atau istri-istri pendamping Sultan. Padahal kata harem ini merupakan istilah untuk kelompok orang-orang yang disucikan, dijaga kehormatannya, dan tidak sembarang orang boleh berinteraksi. Harem di masa Sultan Sulaiman adalah wanita-wanita yang dijaga kehormatannya. Nah, karena bentuk penghormatan dan pensuciannya, di istna diberikan tempat khusus bagi orang-orang yang termasuk harem ini. Kebetulan saya membaca sedikit mengenai hal ini. Teman, kamu bisa membaca buku sejarah yang lebih objektif mengenai ini. 



Sultan Sulaiman memiliki istri-istri. Saya kurang tahu berapa. Salah satu istrinya itu yang menjadi permaisuri (first lady) adalah bukan orang Turki, Roxalane (Rosalana). Justru Sultan Sulaiman mengambil Permaisuri dari orang asing (wilayah Rusia sekarang).  Karena momen inilah timbul kecemburuan dari istri-istri lain Sultan yang berasal dari daratan Turki sendiri. Dari sinilah bermula Politik Harem.


Nah, dari sini kamu bisa bayangkan bagaimana film drama kerajaan Korea yang sudah tayang di televisi kita. Antara tahta, kuasa, kecemburuan hingga intrik politik antar kelompok tertentu (faksi) demi memenangkan calon penguasa berikutnya.
 

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Viewer

Diberdayakan oleh Blogger.

DETOKS IT'S BUAH

IT's Buah

Labels

Arsip Blog