catatan diri dan tren berita di masyarakat

Sabtu, 15 Desember 2012

Kisah Rangkaian Kata-kata Magis

Hari ini saya bertemu dengan seseorang yang pernah saya kenal. Saya lupa namanya. Bila dia membaca ini, saya harap dia mau memaafkan saya. Pertemuan itu terjadi di sebuah toko buku TM di Detos.,,,,



Dia menceritakan suatu kisah. Kisah ini mengenai begitu hebatnya sebuah kerinduan hingga menghilangkan sekat dan batas waktu, dunia dan rupa. Hanya karena sebuah lantunan kata-kata yang terucap ketika ingin memakan sebuah manisan, "...dengan menyebut nama ..."


Ketika lantunan kata-kata itu tersuarakan, seseorang yang berada di dekatnya bertanya.

"Dari manakah Anda ?"

Orang yang ditanya balik bertanya, "Kenapa ?"


hm... "itu karena apa yang Anda ucapkan itu hanya ada dikalangan kami di negeri kami. Kami dipimpin oleh seorang yang shaleh, Yahya bin Matta (saya: kalau saya tidak salah...). Dia mengajarkan kami untuk mengucapkan lantunan kata-kata seperti yang Anda ucapkan barusan.


Lalu apakah respon orang yang ditanya ?

Katanya, "Aku meyakini bahwa dia, Yahya bin Matta adalah seorang yang bijak dan shaleh. Aku pun meyakini bahwa dia seorang utusan Tuhan (baca : Nabi).


Setelah mendengar jawaban dari orang ini, si penanya tertegun. Entah mengapa ada getar-getar di dada si penanya. Getar-getar itu begitu keras sehingga merambat ke mata nya yang berkaca-kaca. Getaran di hati itu begitu hebatnya sehingga membuatnya luluh. Ada buncahan rindu yang menyeruak, membanjir. Rasa rindu yang entah mengapa hadir dihatinya. Siapakah orang di depannya ini sehingga membuat dirinya menjadi begitu merasa rindu. Siapakah dia padahal dia adalah orang asing yang baru aku jumpai, tanyanya dalam hati.


Entah apa yang terjadi, belum ada jawaban dari pertanyaan batin si penanya, namun rasa rindu itu menggetarkan tubuhnya untuk menunduk. Luluh rindu membanjir hati dan matanya untuk memeluk dan mencium kaki orang di hadapannya.

Apakah yang aku lakukan ini ? Tubuh dan hatiku begitu mengharubiru namun sekaligus gembira. Seakan-akan kerinduan yang begitu lama lalu seketika yang dirindukan itu hadir dihadapannya. Sebuah kerinduan yang lama terpendam di hati.

Sebuah warisan untaian kalimat. Hanya karena sebuah untaian bahasa pengagungan mahluk manusia terhadap Sang Pencipta. Si penanya teringat sebuah pesan dari orang bijak di negerinya, pesan dari orang yang di yakini sebagai orang yang shaleh dan utusan Tuhan dari orang yang berada di hadapannya. Si penanya dan orang-orang di kaumnya di berikan warisan yang harus dipegang teguh.


"Wahai kaumku, sesungguhnya sepeninggal ku nanti, akan ada seseorang dari negeri lain yang menyampaikan apa yang aku sampaikan kepadamu. Dia adalah orang yang lurus, dan meyakini aku sebagai utusan Tuhan. 
Dia adalah orang yang juga menyampaikan pesan-pesan para Nabi sebelum aku...
...Apabila kalian dapati pria yang mengakui aku sebagai Nabi dan menyampaikan pesan bahwa tidak ada yang patut disembah kecuali Allah, maka ikutilah dia..."

 ....

....
saya tidak bisa menahan betapa kulit saya merinding mengetahui cerita ini. saya lupa namanya, namun saya pernah bertemu dengannya dulu kala saat saya masih di sekolah. Seperti di awal tulisan. Ini tentang sebuah untaian magis kata-kata. Sebuah kalimat, "Bismillahirrohman nirrohiim..." yang membuat kisah ini ada.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Viewer

Diberdayakan oleh Blogger.

DETOKS IT'S BUAH

IT's Buah

Labels