catatan diri dan tren berita di masyarakat

Minggu, 02 Oktober 2011

Sahabat lama saya seorang Entrepreneur !!

Beberapa hari lalu saya dihubungi oleh seorang sahabat waktu jaman smp dulu. Saya dan sahabat ini adalah teman satu sekolah ketika di SMP Negeri 1 Cikini. Kabar gembira untuk bertemu karena kedekatan lokasi (Bojonggede-Depok) menambah semangat saya untuk bersilaturahim kembali.
Hal yang menggembirakan lain adalah ketika kami melewati suatu proyek pembangunan rumah dan kost-kostan di daerah Kober, Margonda Depok. Dengan langkah santai, sahabat saya menunjuk proyek pembangunan tersebut seraya berkata bahwa proyek tersebut adalah pekerjaan yang sedang dia kerjakan. Man~, ... sudah jadi seorang konstruktor dan developer toh?!! Wow! Sebuah pencapaian dari seorang entrepreneur. Mendirikan sebuah usaha untuk dapat membuka lapangan pekerjaan dan untuk dapat mengaktualisasikan diri lebih bebas. Saya merasakan kewirausahaan sahabat saya itu tidak dengan tiba-tiba. Ada pengalaman merasakan dunia konstruksi, belajar merancang dan mengerjakan pekerjaan seorang tukang, hingga kontemplasi mengenai pentingnya mengaktualisasikan diri melalui usaha mandiri. Saya diajak untuk mengenal start-up usahanya. Meski saat ini baru mendapat 1 klien yang mempercayainya untuk pembangunan rumah dan kost-kost-an di daerah Kober, sudah banyak pengalaman sahabat saya ini dapat ketika dulu bekerja untuk perusahaan konstruksi yang cukup besar. Bagaimana profil usahanya? silahkan akses kesini
Share:

Senin, 08 Agustus 2011

im Bong :DENDAM!!

Selamat pagi untuk rekan-rekan Tekinas dan para penggemarnya. Sabtu (6/8) lalu, saya diundang oleh Pak Hirmana untuk menghadiri seminar Bong Chandra dengan judul “180 Degree”. Acara ini diselenggarakan di Mega Glodok Kemayoran (MGK). Gembira juga bisa bertemu kembali lagi dengan Pak Hir setelah sekian lama. Namun ‘agak-agak keki’ juga menghadiri acara ini.

Pagi itu, dengan mindset bahwa acara seminar itu resmi, saya persiapkan penampilan saya dengan oke (yang menurut saya elegan, ahiak). Gak mau kalah juga dengan Bong Chandra. Kenapa ? Sarah sempat katakan bahwa Bong Chandra benar-benar perhatian dengan penampilannya. Saya juga perhatikan bahwa dia selalu memakai jas yang rapi dan elegan. Fashionable lah kata orang sininya. Itu sebabnya saya datang ke acara tersebut dengan menggunakan kemeja batik biru perak yang oke. LOH?!! Rekan-rekan, pakaian itu yang menurut pemikiran saya paling oke dibandingkan dengan pakaian lain di lemari saya. Mindset saya berkata,” Imraan, pakai yang oke ya. Itu acara bagus!”



Apa yang terjadi kemudian setelah saya bertemu dengan Pak Hir pagi itu di depan Hotel UNJ. Beliau mengenakan kemeja hitam (yang menurut saya santai) dan celana jeans hitam. Begitu pula dengan Bayu yang datang tidak lama setelah saya. Jadi kepikiran mau pergi kondangan nih, saya. Tapi saya optimis seperti kalimatnya Bong Chandra, ”Kesuksesan selalu meninggalkan jejak.”

Seperti seorang teman jauh saya yang takjub alih-alih berkata ,”WHAT!??! Kok bisa???!!!” Bisa-bisanya... setiap kali bertemu dia, saya selalu mengenakan batik.

Ngeles: mudah-mudahan saja Batik Indonesia dapat lebih bersinar di kancah lokal dan global.

Hal lain yang bikin saya ’keki’ adalah, ”Kok bisa ya si Bong Chandra ini bisa jadi sehebat ini. Apalagi doi lebih muda dari saya” (lebih keren lagi, huff). Muncul pertanyaan seperti Bong bertanya pada dirinya dahulu,”Kenapa hidup si A bisa berubah dengan cepat?” Rupanya seminar hari ini menjawab kegundahan dan kekekian saya selama ini memperhatikan Bong Chandra. Kalau kata Nabi Muhammad SAW, tidak boleh iri kecuali pada dua orang. Dua orang itu adalah mereka yang diberikan harta dan mampu menggunakannya dengan benar dan baik dan mereka yang diberikan ilmu/hikmah dan mampu mengamalkannya untuk kebaikan.

Kok bisa?! Kegundahan saya ini juga pernah dialami oleh Bong Chandra dahulu sebelum dia menjadi setenar ini. Ada 10 hal yang dibagi oleh Bong Chandra. Mengenai permasalahan ini. Hal ini lah kenapa seminar kali ini berjudul ”180 Degree”. Seminar ini mengurai kenapa Bong Chandra dapat berubah 180 derajat hingga menjadi sekarang ini.

Hal pertama adalah mengenai hal yang tidak terlihat. Kalau kata keren Tekinas dan TP itu ’intangible’. Apa saja hal yang tidak terlihat itu?

Hubungan kita dengan IMF. Loh?! Maksud Bong ’istri-mertua-family’ dan juga bagaimana hubungan kita dengan teman-teman dekat kita. Benahi hubungan selama ini dengan orang-orang terdekat kita. Apakah kita selama ini menempatkan mereka sebagai orang sekedar lewat saja, atau memang kita jadikan mereka sebagai landasan kita berjuang untuk hidup. Ada kekuatan yang lebih besar ketika diri ini berjuang untuk orang lain. Kalau kata Mario Teguh, ”Hebatkan orang lain, hormati dia, perjuangkan dia, maka lihat apa yang terjadi... ”

Bong Chandra mengutip Uncle Ben pada Peter Parker bahwa dibalik kekuatan yang hebat, ada tanggung jawab besar di belakangnya.

Hal kedua kenapa Bong Chandra dapat menjadi sekarang ini adalah karena Mr.Bean. Kok bisa?! Ada hubungan apa?! Mr. Bean merupakan legenda. Filmnya selalu diputar berulang-ulang kali meskipun sudah lama sekali sejak pertama kali siar di televisi. Film komedi berdurasi pendek atau sedang ini pun dirancang tidak bersuara. Kenapa? Karena Rowan Atkinson dkk ingin memberikan hiburan yang dapat diterima oleh semua kalangan tanpa harus terbatasi waktu sibuk aktivitas orang dan kendala bahasa. Jadilah orang yang dikenal baik karena kebiasaanya bukan pada penampilannya.

Hal ketiga adalah menjadi penjudi ulung. Bukan berarti harus menjadi penjudi dan belajar dari Chow Yun Fat dan Stephen Chow dalam God of Gamblers. Bagi kajian entrepreneurship bagian ketiga ini berarti risk-taker atau pengambil resiko. Kita harus dapat mengambil resiko dengan kalkulasi yang tepat.

Hal keempat tentang peniruan alias copycat atau copydog kata Bong. Menurut saya kita harus cari dan temukan role model kesuksesan untuk diri kita. Tiru dia kalau perlu 100% tapi harus bilang-bilang kalau kita ingin meniru 100%. Meskipun Bong Chandra membahas bagian ini mengenai produk atau jasa, alangkah indahnya bila kita dapat meniru perilaku orang-orang sukses. Tiru dari jauh mengenai sikapnya, pemikirannya ataupun visinya.

Hal kelima adalah untuk berkata TIDAK. Katakan tidak pada orang-orang yang menawarkan peluang-peluang baru ketika diri kita sedang mengurusi sesuatu hal yang. Katakan tidak pada peluang-peluang yang dapat dilakukan dengan cepat. Katakan tidak pada sumber-sumber masalah yang bisa bikin tidur gak nyenyak, dan menyesal dikemudian hari.

Hal keenam adalah BALAS DENDAM. Bong mengatakan dalam hati terdalam bahwa dendam merupakan motivasi utamanya untuk menjadi sukses. Kemarahan dan dendam atas perkataan atau tindakan orang lain yang menyakiti diri Bong menjadi motivasi dirinya untuk terus bergerak. Begitupun diri kita. Ketika merasa marah dan kecewa hingga berbekas, biasanya kita melampiaskannya dalam hal-hal yang negatif. Arahkan balas dendam itu untuk membuktikan bahwa diri kita dapat berhasil dan sukses hingga membalaskan dendam dengan cara yang positif.

Menurut saya ini yang paling sulit. Hal ini karena alam bawah sadar kita terbiasa menyerap rasa sakit, marah, dan kecewa ini dengan bentuk-bentuk negatif. Menggerutu. Dendam untuk membalas dengan cara yang serupa kita tersakiti. Melakukan tindakan-tindakan bodoh dan sejenisnya.

Hal ini yang paling sulit. Disaat kita merasa bahwa balas dendam itu tidak baik, life must go on, dan kita mengalihkan pada hal-hal lain alih-alih menjauhi dendam dan kemarahan itu. Jadi gak nyambung dan jalan sendiri-sendiri. . ... dan mungkin dendamnya akan terpendam sendiri. (Hal ini yang menurut Freud menjadi biang masalah berikutnya).

Wew~ inilah saatnya kita menjadi PENGATUR PERMAINAN. Bagian ketujuh ini yang menarik. Bong Chandra menempatkan THE SPECIAL ONE pada slidenya. Kita tidak akan bisa punya positioning yang kuat bila kita tidak menempatkan diri kita dengan persiapan yang memadai. Kita harus punya perencanaan diri. Kita harus punya kapasitas diri. Kita harus punya setting tempat yang membuat kita nyaman. Jangan jadikan permasalahan berada di tempat dan waktu yang menguntungkannya.

Bagaimana kalau mendadak ketiban masalah?!?! Atau bagaimana bila ada peluang datang begitu saja dengan tanpa ada kesiapan dan pesimisme datang??

Tetap confident. Pupuk rasa percaya diri dengan siapkan pengalaman bagaimana kita menghadapi permasalahan sebelumnya. Bila memungkinkan, kita bisa menentukan dimana kita berada dan bagaimana kita bicara.

Bagian kedelapan berjudul : Klaim yang Terbaik. Sugesti diri kita. Bagaimana kesuksesan kita. Pupuk rasa percaya diri. Tunjukkan keunikan diri kita dibanding yang lain. Dan melesatlah dengan strategi-strategi marketing dan public relation. Dekati jaringan media massa, sebar isu dan tunggu beritanya.

Mau sukses? Jual keunikan diri. Kalau kata Erwin Arnada (...), meski bagus kalau gak unik, gak beda, tetep susah buat ngejualnya.

Bagian kesembilan, aji mumpung. Ambil peluang yang ada. Entrepreneurship giat mengenai hal ini. Tahu dulu apa kebutuhan kita.. Lihat, dengar dan rasakan (Sheila on 7) saja peluang apa yang membuat kita bisa mendapatkan kebutuhan itu. Ketika benar-benar peluang itu datang...
 TANGKAP DENGAN SEGERA!
 Mumpung sudah ada blog. Nanti baca-baca blog Tekinpreneur Proposal di blogspot saya ya. Kalau ada yang rela dan ikhlas menulis komentar saya sangat berterimakasih sekali. ^_^ ~

Kesepuluh adalah ”Dengarkan baru Tolak”. Kenapa? Karena ada etika orang-orang yang terbuka dan mau maju adalah untuk mendengarkan dahulu apa yang disampaikan. Dengar bukan berarti untuk langsung ditolak mentah-mentah. Dengar untuk dipikirikan dan dirasakan. Bila memang tidak cocok. Bila memang tidak enak. Yah, silahkan tolah peluang yang ada.

Ingat, jangan pernah langsung menolak orang lain bicara sampai-sampai dia tidak sempat menyampaikan pesannya pada kita. Begitu juga Bong Chandra menyampaikan hal ini. Begitu pula saya menulis laporan ini. Meski agak-agak nyeleneh, silahkan Anda komentari saja. Buat saya prioritas pertama adalah Anda dengarkan dulu (baca) apa yang saya sampaikan ini. Kedua silahkan mengomentari tulisan ini. Ketiga katakan dalam keadaan ”THETA” bisikkan dengan perlahan, ”si Imraan ternyata berpotensi menjadi penulis, ya.” Kemudian, tidurlah dengan nyaman dan tenang.

Gubrak!
Share:

Rabu, 04 Mei 2011

MaRAH !!!

Senin, 25 April 2011.

Sering kali perasaan marah muncul. Manusiawi. Hal lain diluar nalar kita adalah bahwa ternyata 'marah' itu juga bagian dari anugerah. Sebuah potensi yang diberikan kepada Manusia. Bahkan untuk kalangan binatang, perasaan 'marah' sudah menjadi insting hidupnya.

Insting marah pada binatang dapat dilihat dari induk yang berusaha melindungi anaknya. Usaha untuk melindungi sarang. Atau menjaga kawanan dan kelompoknya.

Hal yang sudah menjadi lumrah bagi kita, rasa marah itu selalu berkonotasi negatif. Marah itu menyeramkan. Sesuatu yang tidak mengenakkan bagi orang yang mengalaminya atau orang yang berada di dekat orang yang sedang marah itu.

Kenapa manusia dapat merasakan marah? Apa sih rasa marah itu?

Terkadang ketika rasa marah itu muncul, kita berusaha untuk mencari-cari sesuatu untuk dilampiaskan. Entah itu pada orang atau situasi yang membuat kita marah. Dapat juga kita melampiaskan pada hal-hal lain yang membuat kita reda.

Namun alih-alih untuk melampiaskan pada hal-hal yang menurut diri ini bisa menenangkan kemarahan, hal itu malah menjadi kekuatan bagi kemarahan itu sendiri. Bentuknya dapat berupa memendam kemarahan dan dapat berupa meledakkan kemarahan.

mau artikel yg lebih ok? nih liat aja http://kesehatan.kompas.com/read/2009/04/24/20510849/Marah.yang.Bermanfaat
Share:

ngBlog Ekspres!!

Penulisan di sebuah blog dasar tujuannya adalah untuk menyampaikan ekspresi diri. Sama seperti filosofi dari sebuah dunia maya bernama internet, maka ekspresi diri itu merupakan suatu bentuk dari kebebasan.

Entah itu kebebasan informasi atau kebebasan bersuara. Bentuk penulisan informasi dapat berupa berita, atau sekedar trik-trik dalam menyelesaikan suatu permasalahan terkait hobi tertentu, atau dalam bentuk petunjuk manual suatu produk. Hal yang paling banyak ada di dunia internet adalah penulisan informasi berita dan iklan untuk menjual suatu produk atau jasa. Sumbernya dari mana? Ah, hanya pengamatan pribadi. Gak usah diambil pusing lah ~ ..

Penulisan dalam bentuk kebebasan bersuara ini dapat berupa keluhan terhadap pelayanan sesuatu, atau bahkan keluhan terhadap dunia nyata. Mengeluh adalah salah satu sifat dasar manusia. Sifat ini menunjukkan bagaiamana sebenarnya manusia itu lemah. Belum lagi bentuk penulisan yang bernuansa afeksi. Emosi. Kemarahan. Kesedihan. Kesenangan. Gembira. Hingga mungkin yang terdalam dari diri seseorang yang tidak ditunjukkan di dunia nyata.

Nah, bagian dari penulisan ekspresi inilah yang banyak menghias blog ini. Kenapa? karena selain ada perasaan untuk menunjukkan bagaimana diri sendiri... JUGA ingin menjadi suatu bentuk untuk mengenali diri lebih dalam.

Menulis dapat menjadi sejarah diri kita sendiri. Atau bahkan sejarah dari manusia itu sendiri. Bila ada yang dapat dijadikan pelajaran atau hikmah maka itu adalah suatu nilai tambah. Tulisan yang bernilai tinggi. Bila tidak maka cukuplah untuk menjadi sekedar tahu bagi pembacanya.

Tips agar blog kita itu tidak bermasalah, tulislah seakan-akan punya cerita sendiri. Bila melibatkan orang lain, gunakan nama lain atau ceritakan seakan-akan itu adalah kisah-kisah-an... :P
Share:

Dimanakah rasa Aman itu?

Sejak lama aku yakin pada keinginan kuat diri ini untuk merubah takdir. Tentu bukan dalam artian untuk melawan takdir yang sudah ditentukan oleh Alloh SWT. Tapi takdir yang menjadi jalan hidup seorang manusia.

Sejak aku menemukan suatu tanda tanya dan tanda seru, aku akan mencoba untuk mencari tahu itu apa dan bagaimana terjadi. Kenapa dia muncul atau dimana dapat kutemukan jawaban bahkan kapan sebaiknya aku mengambil suatu tindakan. Aku harus lakukan itu.

Hal ini lah yang mendorong aku untuk belajar tentang cinta terhadap seorang wanita. Aku tidak menunggu cinta itu datang padaku. Aku membuat takdir ku sendiri untuk menemukan dan membuat cinta itu ada.

Aku percaya bahwa aku sudah membuat jalan takdirku sendiri dengan memilih dan membuat cinta itu ada. Bak gayung bersambut. Benar bahwa cinta itu harus selalu bertepuk tangan bersama. Tidak bisa sebelah tangan.

Cinta itu saling memberi. Begitu kata banyak orang. Apalagi kata Pak Mario Teguh. Harus rajin memberi kepada orang yang disayangi.

Memberi dalam artian fisik dan non-fisik. Juga memberi dalam artian materi dan non-materi. Aku tidak dapat memungkiri tentang fisik dan materi ini. Karena itu yang aku lihat sendiri. Tidak saja di dalam kotak TV tapi juga dari diriku sendiri. Namun, memberi dalam artian non-fisik dan non-materi adalah suatu esensi dari hubungan Cinta itu sendiri. Begitulah hemat ku.

Esensi dari Cinta itu yang membuat seseorang dapat menjadi dekat. Kaya bahkan termuliakan. Apalagi yang harus dicari manusia bila kepuasan dan kenyamanan sudah didapat dari rasa saling mengasihi dan melindungi?

Bukankah itu indah?

Namun setiap jalan memiliki kerikilnya sendiri. Meskipun dengan jalan yang lurus dan rata serta bersih, apakah kita bisa berjalan dengan baik bila jalan lurus dan rata bersih itu ternyata menahan panas yang begitu hebatnya?

Apa yang aku maksudkan ini bukanlah suatu bentuk pesimisme dan ketakutan diri. Namun ini adalah suatu bentuk apresiasi dari kesadaran diri. Sebuah keyakinan pada jalan takdir itu sendiri. Sebuah kekuatan sebagai seorang manusia yang diciptakan lebih sempurna dari mahluk lainnya.

Begitukah cinta?

Begitulah jalan cinta itu mulus pada awalnya. Suka-suka. Gembira. Indah. Dunia serasa milik sendiri. Semangat.

Makin lama berjalan, terlihat jelas egois dan kekeraskepalaan masing-masing individu. Aku tidak memungkiri ini karena pada awalnya aku juga egois. Aku egois dan keras kepala untuk menemukan dan membuat cinta itu tumbuh.

Aku butuh Cinta itu karena cinta itu akan menenangkan dan mengingatkan aku pada kebaikan. Dia akan memberi kenyamanan dan keamanan sama seperti aku yang ingin dapat memberi hal yang sama.

Namun makin lama berjalan cinta itu makin memperjelas pandangan. Jalan itu terkadang terjal naik dan turun. Berbelok tajam dan berbelok halus. Terkadang terik dan panas. Kadang pula hujan hingga badai menerpa. Terkadang sedingin embun pagi cerah hingga sedingin musim salju.

Apa yang paling menakutkan? Cinta itu tidak lagi membuat egoisme diri menyadari kekerdilannya. Bahkan cinta itu tersudutkan karena egoisme diri yang membesar.

Bukan tanpa sebab.

Kerikil di jalan mungkin membuat gerutu. Namun bila sebuah lubang curam kita temui, mungkin membuat kita berpikir ulang tentang perjalanan ini. Belum lagi bila ada runtuhan batu dari bukit dan karang di sekitar jalan.

Manusia, manusia. Dasar! Bisa saja menyalahkan situasi diluar dirinya. Padahal bisa jadi ketidaksiapan bekal yang kita bawa untuk berjalan di jalan itu dapat menjadi sumber masalah.

Begitukah cinta?



Esensi cinta itu adalah saling memberi kebaikan. Berikan apa saja yang dapat menjadi kebaikan bagi pasangan. Berikan dengan penuh kasih. Berikan tanpa harus melukai. Berikan dengan lembut. Kuatkan dirinya. Nyamankan dirinya. Amankan perasaannya. Sembuhkan lukanya.

Begitukah cinta?

Bagaimana perasaanku saat ini? Aku sudah menjalani saat kerikil itu mengganggu. Bahkan saat ini mungkin masih saja ada. Masalah dari diri sendiri yang aku sesali adalah kegoblokan diriku yang tidak cepat merespon apa yang terjadi. Tidak tanggap terhadap apa dia utarakan.

"Pay attention please!"

Sayang, maaf ya bila kegoblokanku itu membuat mu marah. Aku mohon cinta mu dapat memaafkan, memperjelas dan melembutkan perjalanan kita.

Bagaimana perasaanku saat ini? Aku sudah menjalani saat kerikil itu mengganggu. Bahkan aku sudah mengalami yang terburuk. Tidak saja aku yang menerima. Kamu juga menerimanya bukan?

Kenapa? Aku pikir kita sama-sama belum merasakan kebutuhan bekal perjalanan kita itu sudah mencukupi atau tidak. Yang penting jalan dengan bekal seadanya.

Aku tidak dapat memungkiri bahwa aku sudah mengalami hollow-fikasi. Terimakasih kepada Kurosaki Ichigo yang membantuku memahami apa yang terjadi pada diriku.

Apa yang aku butuhkan saat ini adalah pemurnian dan pensucian jiwa. Apakah aku dapat melakukannya sendiri? Ya tentu saja. Tapi itu tidak menjawab sebab aku memiliki lubang di dada ini.

Hollow-fikasi adalah suatu keadaan dimana seseorang mati untuk hidup kembali dengan keadaan tidak tenang, dan jiwanya terperangkap dalam suatu derita karena suatu sebab. Keadaan ini dibuktikan dengan lubang di tubuh orang yang mengalami hollow-fikasi.

Pemurnian dan pensucian dapat membuat para Hollower dapat kuat dan bergerak menuju tempat yang membuatnya tenang dan tidak menderita lagi.

Aku yang sudah memiliki lubang ini merasa tidak aman. Apa yang aku butuhkan saat ini adalah rasa aman. . .

Apakah Cinta dapat memberikan rasa aman apabila dia juga dapat membuat jiwa ketakutan?

Aku butuh rasa aman. Aku merasa itu adalah perlindungan terbaikku. Rasa aman.

Aku butuh rasa nyaman. Aku merasa itu adalah sandaran terbaikku. Rasa nyaman.

Aku tanya padamu teman perjalananku :
"Apakah kamu merasa aman berjalan dengan ku?"

"Apakah kamu merasa nyaman berjalan dengan ku?"









sadly ... cause i don't
Share:

Senin, 28 Februari 2011

SUPER POWER

did you have a vision as a father?

did you make a joke with me?

why don't you listen me?

shame on you... shame-shame...

-------- ---------- -----------

boodo

sebel aku

ok kalo begitu

terserah aku

kalo aku tanya jawab!

gak usah dikte aku

-------- ---------- -------------

did you ever learn from past?

are you stupid-stubborn???

riddiculous !!
--------- ---------- ----------------------

try hard to catch my heart

I try hard to learn from you

i try and please don't bother me if it's back to you... cause i learn from you.
i learn from you...

.

.

.
learn ...to be strong enough like u....
Share:

Minggu, 16 Januari 2011

16-01-2011

Oh, ehem- ehem... gak ketinggalan kan... :P
Terimakasih Bijaksana. Semoga doa-doa yang tercurah selama hampir 24 jam ini dapat menjadi kekuatan untuk mu mengarungi hari-hari esok. Semangat!

Hari ini (16/1) adalah hari kelahiran kekasihku. She is beautifull..
ups,

Doa-doa begitu banyak tersampaikan untuk perempuan ini. Semoga Alloh Ar Rohiim memudahkan jalan terbaik untuk segala keinginan dan harapannya. Namun, tahukah dia bahwa ada begitu banyak hikmah dari hari kelahirannya?

Apa aja itu... Aku tidak bisa katakan. Toh dia yang merasakannya bukan? Sungguh indah bila ada momen2 kesyukuran terekam di hari kelahirannya ini. Sayang, aku tidak bisa merekamnya dengan kamera foto atau video.

Namun tahukah kalian kalau dia bahkan sampai tidak tidur sampai pukul 12 malam hanya untuk berdoa dan berharap doa dari sahabat dan teman2nya? Wew~ maaf yah, kekasihku. Jam segitu aku sudah tidur. Hehehe"

Dan tahukah kalian kalau dia mengirimkan pesan padaku
"Hun, minta maaf.. Sayang hunhun..."
(16-01-2011; 00:47)

Terimakasih sayang, sungguh gloomy. Hahay..

Dan tahukah kalian kalau dia bahkan meminta ku datang untuk menerima sepiring nasi kuning dari tangannya?
WeW~ ge-er nian.

Sungguh kelewat pede juga datang tidak memberikan selamat dan tanpa sebingkis kado. Tunggu yah, kadonya bulan depan. Habis uangnnya masih di tahan ama orang kantor. hehehe.

met istirahat kekasih. aku tahu kamu sudah lelah. aku harap kamu jg dapat mencapai goal-goal yang sudah kamu buat sejak tahun lalu.

hm... apa ya itu???

K-U-L-I-A-H

tiada penyesalan dalam menuntut ilmu. Semangat!
Share:

Viewer

Diberdayakan oleh Blogger.

DETOKS IT'S BUAH

IT's Buah

Labels