catatan diri dan tren berita di masyarakat

Selasa, 21 Desember 2010

Konfrontasi!

Selasa, 14 Desember 2010 , 09:03

Alhamdulillahilladzi ahyana ba’dama amatana wa ilaihinnusyur...
Selasa mendung. Gak salah lagi. Bakal lumutan di rumah.
Senin kemarin adalah hari yang indah. Gloomy di awal. Hangat di akhirnya.

Ron, kalo elo tahu, kemarin tuh gak ada ribut-ribut. Cuma sebel aja. Heheh”
Masih ingat kesedihan pada minggu malam lalu? Senin pagi kami konfrontirkan apa maksud kami masing-masing. Ron, bayangkan, ketika kita berdua ngobrol ampe jam setengah satu dini hari. Ternyata dia juga tidak tidur sampai jam 1. Setengah jam lebih lama.
Gak bs bo2... mikirin hun2
(13-12-2010, 01:11)

Dia bersedih. Memikirkan apa yang akan terjadi kemudian karena dia telah membuat aku kecewa dan sedih dengan apa yang telah diperbuatnya. Ron, dia menangis. Merana.
Kekasihku, aku juga tidak mau ini terjadi. Namun apa yang terjadi adalah kamu tidak adil padaku. Aku siap meninggalkan kamu. You have your own will. You have your own decision. Sayang, …

Kamu gloomy nian.
Maaf kan aku membuat kamu menelan pil pahit ini. Kejujuran yang paling pahit lebih indah daripada kebohongan yang manis. Bukan begitu, Hun? Bagaimana kamu menyikapi ini?
”Aku gak mau kamu pergi.
Aku gak mau kamu ninggalin aku.
Jangan pergi...
Hiks.”

Kekasihku, kamu yakin dengan itu? Aku percaya padamu. Aku sudah berusaha untuk mempercayakan diri hingga mendekati 100% namun kepercayaan yang aku dapat dari masih menyisakan lubang menganga dan membuatnya terbuka kembali.

I’m hollow, baby.
Yah, untung aja loe gak benar-benar ter-hollow-fisasi. Loe ingat apa yang terjadi pada Ichigo Kurosaki? Jiwa loe benar-benar akan hilang. Loe hanya akan menjadi monster yang akan selalu merasa kehilangan dan akan sengsara sepanjang waktu hingga maut benar-benar menelan eksistensi loe. Yah, kalo elo mampu untuk mengontrol lubang itu, kalo elo berusaha untuk membuat lubang itu tidak membesar, kalo elo mampu untuk mengikhlaskan segalanya, …
Mungkin elo akan dapat kekuatan hidup yang baru. Fakta yang ada meski elo bisa mendapat kekuatan itu adalah elo tetap memiliki ‘lubang’ itu.

Yeah. Elo benar Ron.
They say
That i must learn to kill before i can feel safe
But I
I rather kill myself then turn into their slave
Sometimes
I feel that I should go and play with the thunder
Somehow
I just don't wanna stay and wait for a wonder
(The Rasmus-In The Shadow)

Resolusinya, kita bersatu kembali. Benar-benar bersatu. Ahay!
Berangkat bersama, menuju kesibukan hari itu.
Ron, bukankah kemarin kita kekampus bukan? Bertemu Ibnu, Abay, Aa, juga yang lain. Ngobrol-ngobrol di Amigos. Minum segelas susu. Tertawa. Mengejek. Bercerita. Pekerjaan. Skripsi. Akh.... skripsi dan laporan PPL. Uhui!
Hingga ashar menyapa. Waktunya berpisah teman-teman. Assalamu’alaikum!

Ron, waktunya jalan-jalan kembali. Kita jemput kekasih tersayang.
Raan, seru juga yah. Dari kampus ke Pejaten. Jalan-jalan dengan bus Transjakarta.

Yap. Pejaten bisa menjadi tempat untuk membaca.
Hah! Karena ada Gramedia-nya bukan?! Hahaha...


Sejenak membantu hunhunku itu mencek lokasi meeting besok di Chococorner. Apakah sudah ada Wi-Fi nya? Oh, ada. Kembali ke membaca majalah SWA edisi ini. Hunhun bisa dapat informasi baru nih. Kantornya kan selalu beli majalah ini.

Huuu betapa beruntungnya.
Hahaha” betapa beruntungnya. Kantor yang penuh harta karun!
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Viewer

Diberdayakan oleh Blogger.

DETOKS IT'S BUAH

IT's Buah

Labels