catatan diri dan tren berita di masyarakat

Jumat, 12 November 2010

Pertempuran Manusia

Sabtu, 6 November 2010 16:12

Bismillahirrohmanirrohim...

Manusia, manusia....
Entah apa kata Plato tentang manusia;
Entah apa kata Socrates tentang manusia;
entah apa pula kata Frans Magnis Suseno tentang manusia...

Manusia, manusia....

 
Sungguh luar biasa ciptaan Tuhan. Subhanallah, Maha Suci Alloh, sungguh tidak ada yang sia-sia atas ciptaan-NYA.
Berada di luar nalar segala penciptaan mahluk ini...
dan memang sungguh di luar nalar atas penciptaan mahluk bernama manusia.

Manusia, manusia...
Kesadaraannya atas akal pikiran dan perasaan sungguh anugerah dibandingkan dengan mahluk ciptaan lainnya. Anugerah ini lah yang membuat seorang manusia seperti aku dapat membuat tulisan ini.

Akal memang suatu kekuatan sistematis kreatif atas kehidupan ini. Misteri atas nalar dan logika bagaimana manusia berkata, bertindak dan hidup untuk waktu yang dia miliki.

Pemikiran bahwa kehidupan ini dapat dikendalikan adalah suatu hal yang sederhana radikal. Aku sendiri agak aneh dengan pernyataan barusan... Tapi iya memang.

Aku bisa katakan bahwa kehidupan dapat dikendalikan seperti sehari-hari kita mengendalikan gerak tubuh dan jiwa kita. Tidak ada halangan bagaimana kita bertindak. Individualistik ? Kenapa tidak? Tidak ada yang bisa menghalangi tindakan kita untuk selintas berpikir dan bertindak bahwa manusia dapat mengendalikan kehidupannya.

Manusia, manusia...
Kesadarannya atas akal pikiran dan perasaan sungguh anugerah dibandingkan dengan mahluk ciptaan lainnya. Anugerah ini lah yang membuat seorang manusia seperti aku dapat membuat tulisan ini.

Perasaan tidak lebih dari sebuah kreativitas abstraksi asing. Sungguh, Akal masih bisa aku kenali seperti bagaimana manusia mengendalikan kehidupan akal ini. Akal masih bisa di intervensi mau bagaimana dia. Berikan saja dia pengetahuan dan dogma-dogma dan biarkan dia mengkonstruksi pengetahuannya sendiri.

Namun tanpa sadar... sebuah kreativitas tak jelas ini--perasaan--berpengaruh besar terhadap kegiatan akal manusia. Tidak jelas. Abstrak meskipun telah dapat dipetakan oleh akal manusia.

Manusia, manusia...
Seperti saat ini aku menulis. Akal ku berkata indah atas kehidupan. Akal ku berkata buruk atas kehidupan. Dan ternyata perasaan ini tidak dapat dibohongi.

Ya, aku menulis ini dalam dorongan perasaan campur aduk atas berbagai permasalahan kehidupan. 

Lho, bukankah tadi katanya manusia dapat mengendalikan kehidupannya?

Ya, tapi manusia dapat mengendalikan kehidupannya. Namun bagaimana bila ternyata ada kuasa-kuasa kendali yang kekuatannya setara atau lebih yang berasal dari manusia lain?

Aku sendiri berusaha untuk menyetarakan kuasa manusia atas kehidupannya. Semua punya hak yang sama atas akal dan tindakannya. Namun ternyata ... semua tindakan manusia memiliki dampak bagi manusia lainnya.

...dan parahnya...
Manusia, manusia...
Aku menulis ini karena pengaruh perasaan dan akal yang terjadi akibat permasalahan kehidupan yang saling terkait dengan manusia lainnya.

Manusia, manusia...
Ya, Robbana....sesak dada hamba...
Saat semua serba ada, hamba merasa berkuasa atas segala sesuatu...
Saat semua mulai tiada, hamba bersedih-sedih... meratap... dan mulai berbicara pada diri-MU.

Kenapa hamba tercipta bila hamba memiliki kuasa atas diri dan kehidupan ini?
Kenapa hamba yang manusia ini dapat senang, marah dan bersedih atas kehidupan ini?

Manusia, manusia...
Sungguh luar biasa ciptaan Tuhan. Subhanallah, Maha Suci Alloh, sungguh tidak ada yang sia-sia atas ciptaan-NYA.
Berada di luar nalar segala penciptaan mahluk ini...
dan memang sungguh di luar nalar atas penciptaan mahluk bernama manusia.
------------------------------------------------------------------------
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Viewer

Diberdayakan oleh Blogger.

DETOKS IT'S BUAH

IT's Buah

Labels

Arsip Blog