catatan diri dan tren berita di masyarakat

Minggu, 14 November 2010

Diari untuk kekasihku -8-

Sabtu, 13 November 2010 10:58

Sayang, pagi ini kita sudah saling marah kembali.
Sayang, pagi ini kita sudah saling berbaikan kembali.
Sayang, pagi ini kita sudah saling bersedih kembali.
Sayang, menjelang siang ini kita sudah sepakat untuk memendam perasaan kembali.

Sayang, kamu katakan bahwa kamu ingin menyimpan perasaan masalah kamu sendiri. Kamu katakan bahwa itu tidak hanya untuk melindungi perasaan aku tapi juga untuk menjadi penguat dirimu. Kamu katakan padaku untuk jangan memaksa kamu berbagi perasaan dan kenangan kamu.

Kenapa?
Perasaan dan kenangan itu akan menjadi hal terakhir yang akan kamu miliki sendiri ketika aku sudah tidak ada atau aku pergi.

Sayang, kamu tahu, kata-kata ’aku pergi’ itu sudah mulai membuat aku sakit hati. Aku gak tahu apa yang membuat rasa sakit mendengar hal semacam itu. Apakah karena aku sayang kamu? Atau apakah aku men-deny kemungkinan bahwa aku akan pergi meninggalkan kamu?!

Baiklah sayang, ”Save it for the best memory.”
Kamu tahu kalimat itu. Kalimat itu yang mulai membuat kamu marah kembali. Sedih kembali. Aduuuhhhh....Sayang, aku tidak bermaksud membuat kamu marah kembali. Kamu katakan apa padaku barusan? Aku menyindir kamu?! Aku menyindir kamu?!

Huf.... ”it would be better if I keep quiet silence”
Aku minta maaf sayang. Aku tidak bermaksud seperti itu...dan kini kamu mulai marah lagi. Kamu marah. Meski kamu mengatakan bahwa sekarang kamu akan mengikuti kata-kata aku. Kamu akan mengikuti apa yang aku mau?!!!

Sayang, kamu tahu...?
Aku kesal sekali kamu katakan itu di saat kamu sendiri mengatakan sebelumnya bahwa kamu akan menyelesaikan masalah atas kemauan kamu. Aku kesal sekali kamu menyerahkan penyelesaian ini dengan mudahnya. Padahal baru-baru ini kamu mengatakan bahwa kamu ingin menjadi diri mu sendiri.

Sayang, kamu tahu....?
Kamu marah! Kamu menyindir aku!

Kamu katakan tidak akan pergi dari aku. Ya tadi kamu katakan padaku dengan jelas.

Sayang, ...
aku percaya kamu sejak dulu.
aku percaya kamu sampai yang akan datang.

Jadi, bila kamu bisa menyelesaikan masalah kamu sendiri dan tidak ada yang perlu dibagi ke aku maka aku tidak perlu ikut campur atas itu. Aku hargai privasi kamu.

Kamu masih sayang aku kan...?

Sayang kamu masih ingat pertanyaan yang sering kali kamu tanyakan disaat kita bertengkar ?
”Kenapa sih kamu sayang aku?”

Sayang, kamu sayang aku kan...
Sayang, kamu sayang diri kamu sendiri kan...

Aku gak meragukan kamu. Silahkan bila kamu berprasangka padaku.
Selesaikan masalah kamu sendiri. Jangan ajak aku terlibat bila memang menurut kamu tidak perlu. Bila kamu butuh aku, hubungi aku kembali. Aku gak akan tanyakan masalah kamu..
....

Sayang, aku si Ble-e dari kampung setu...
Sering kali suatu kata tidak tepat penggunaannya. Bisa salah dan menimbulkan masalah bila aku mengatakan sesuatu. Sungguh, aku orang yang kejam. Lidah yang tajam. Bahkan tanpa aku sadari. Tulisan ini sudah aku hapus dan tulis lagi. Hapus lagi. Aku bayangkan lagi. Namun..aku merasa tulisan ini masih akan membuat kamu sedih.

Sayang, maafkan aku.

Bila kemarin aku katakan di wall Abay bahwa aku ingin mengintip masa lalu yang indah-indah untuk menguatkan diriku saat ini dan ingin melihat masa depan untuk melihat apa yang aku dapatkan dari apa yang aku usahakan saat ini maka sayang...

Tulisan ini adalah jejak yang akan membuat aku nantinya bisa melihat ke masa lalu... dan tulisan ini pula yang kan membuat aku mengusahakan masa depan nanti.

Sayang, ...
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Viewer

Diberdayakan oleh Blogger.

DETOKS IT'S BUAH

IT's Buah

Labels

Arsip Blog