catatan diri dan tren berita di masyarakat

Minggu, 26 Oktober 2008

undangan Peminat Jepang

Kepada Yth.

Bapak/Ibu/Sdr/Sdri

Di tempat



Dalam rangka memperingati 50 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia – Jepang 2008, Panitia Bersama Simposium “Learning from Japan” mengundang dengan hormat kehadiran Bapak/Ibu/Sdr dalam acara :



“Learning From Japan” 2nd International Symposium 2008 :

In Search of A New Culture For Urban Mobility In Indonesia



Rabu, 29 Oktober 2008, pkl. 09.00 – 17.00 WIB (registrasi 08.00 -09.00 WIB),

di Auditorium Gedung Pusat Studi Jepang – Kampus UI Depok



Atas kehadiran Bapak/Ibu/Sdr kami ucapkan terima kasih.



Turut mengundang :

Prof. Dr.Sutanto Soehodho (Pusat Studi Transport UI)

Prof. Dr. Sheddy N. Tjandra (Pusat Studi Jepang UI)

Mr. Atsushi Kanai (The Japan Foundation, Jakarta)



Hormat kami,



Ir. Susy Aisyah Nataliwati, M.Si

Ketua Panitia Bersama





Konfirmasi Kehadiran :

Telp/Fax (021) 7888 0642 (Andam/Lediah)

Telp (021) 7863547/Fax 786 3548 (Kiki)

E-mail : learningfromjapan@yahoo.com



PENDAFTARAN

Umum : Rp 100.000,- / Mahasiswa : Rp 50.000,-
Share:

World-class Corporation : MITSUI as Sogoshosha

Perusahaan Berkelas Dunia : Sogoshosha, MITSUI
penulis Imraan Muslim
1215 06 1040



Persaingan organisasi bisnis untuk menjadi yang terbaik merupakan suatu hal yang biasa. Sebuah kompetisi untuk memenangkan seleksi alam. Namun, tantangan dunia sekarang tidak hanya berlaku untuk organisasi bisnis semata. Organisasi non-bisnis pun mau tidak mau harus berusaha untuk mengikuti seleksi kompetisi untuk menjadi yang terbaik. Orientasinya tidak lagi mengenai profit dan keuntungan tapi berorientasi pada kontribusi pada lingkungan.


Sebuah korporasi kelas dunia harus dapat untuk terus maju dalam seleksi dan kompetisi dengan kompetitor lainnya. Perusahaan MITSUI adalah sebuah perusahaan dagang yang dikenal dengan istilah Sogoshosha. Perusahaan dagang dari Jepang ini adalah salah satu bentuk nyata bagaimana sebuah organisasi harus terus berkembang dan menghadapi tantangan persaingan.


Mitsui sebagai sebuah sogoshosha telah berdiri 3 abad yang lalu pada tahun 1673. Sebagai sebuah kelompok dagang kecil, sogoshosha Mitsui telah menerima tantangan waktu dan zaman. Menarik untuk dikaji, riwayat kehidupan sogoshosha ini dapat dilihat dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah tahap model bisnis tradisional. Tahap kedua adalah tahap yang dinamakan dengan disintermediasi. Tahap ini merupakan tahap ketika Mitsui telah berada di pinggir menuju dunia terbuka. Mulai dipahami perlunya penggunaan teknologi tepat dan cepat—leverage technology. Terakhir adalah tahap ketiga, masa sekarang dengan jaringan global 42.000 karyawan, pendapatan bersih sebesar 2,6 miliar dollar AS (March 2007).


Hal penting yang perlu diperhatikan adalah Mitsui sebagai perusahaan dagang berkelas dunia, tidak meninggalkan peran penting faktor manusia. Hal ini terlihat dari bagaimana Mitsui memberikan porsi khusus pada manajemen sumberdaya manusia. 


Isu kunci dalam manajemen sumberdaya manusia ada dua. Pertama tentang 'rekruitmen' yang transparan dan sesuai dengan kebutuhan. Kedua tentang pengembangan sumberdaya manusianya. Ada penjabaran sederhana bagaimana strategi Mitusi dalam mengembangkan sumberdaya manusia mereka. Yaitu, terbukanya jenjang karir dan program pendidikan kembali bagi karyawannya. 

Yang patut digarisbawahi adalah Mitsui tidak bermaksud menciptakan seorang manajer-manajer kelas dunia tapi bagaimana membangungkan pemimpin-pemimpin kelas dunia—dalam konteks perusahaan bisnis. Penulis sendiri belum menelusuri lebih dalam bagaimana strategic plan Mitsui tapi terlihat dari Presiden Mitusi Indonesia, Mr. Kumagawa bahwa ada sebuah strategicplan yang mahal untuk membangun kepemimpinan sumberdaya manusa mereka.

Secara umum, Mitsui sebagai sogoshosha berkelas dunia, memiliki apa yang dinamakan oleh mereka dengan MVV. Penjabaran untuk jargon mereka ini adalah bagaimana misi mereka untuk mendapatkan 'target yang bersinar', goal setting yang jelas. 

Lalu bagaimana visi mereka untuk masa depan. Dan terkahir adalah bagaimana value budaya perusahaan mereka. Menarik bagi penulis, karena presiden Mitusi Indonesia, memberikan gambaran sederhana bagaimana nilai tersebut ada di perusahaan. Menurutnya, bukan bagaimana nilai itu berbicara dan siapa yang membuat nilai tersebut. Meskipun seorang pimpinan (leader) perusahaan memiliki kewajiban untuk membuat nilai perusahaan, tapi yang terpenting adalah bagaimana nilai-nilai tersebut mewarnai hidup kerja karyawannya. Nilai-nilai perusahaan mengalir dalam semangat hidup semua orang yang ada di Mitsui.

*laporan kuliah umum untuk MK Budaya Korporasi Jepang pada selasa, 21 Oktober 2008, PSJ UI
**penulis adalah mahasiswa prodi. Teknologi Pendidikan dengan peminatan pada PSDM, Pengembangan Organisasi dan Rekayasa Kinerja.

Share:

Senin, 06 Oktober 2008

Miyamoto Musashi untuk Indonesia

Musashi Miyamoto hanyalah orang tidak biasa yang mencoba jalan hidup samurai. Buku ini aku baca selama bulan Ramadhan…so aku hatam kitab musashi ini …h…
Do not attempt to oppose the way of the universe. But first make sure you know
the way of the UNIVERSE
YaP. JANGAN mencoba untuk melawan jalannya semesta. Sebuah pelajaran penting bahwa semesta memiliki jalannya sendiri yang telah menjadi ketetapan alam. Sebuah sunnatullah yang tidak dapat di bengkokkan. ..

Meskipun bisa, usaha untuk melawan alam malah akan mendatangkan bencana. Apakah ini juga membantu kita untuk merasakan sendiri bagaimana kita hancur karena sesuatu yang kita paksakan ?
Ya


TAPI…ini juga membantu kita dalam dunia bisnis dan hal lain dalam kehidupan bahwa kita harus membaca dulu keadaan yang ada. Melihat dalam suatu periode waktu tertentu bagaimana sebuah obyek bekerja…
…bagaimana sebuah subjek bergerak …

…bagaimana sebuah mekanismw berjalan …

Yoshikawa Eiji is the good writer for cultural and historian literer,…
package with novel …
because this book , i feel bad …

why ?
again …another person who ini this age … twntytwo years … make a big dea

l for his life … A journey for what will be he is in this life …

Look at the Mount Fuji. i’ll never be like Mount Fuji. Instead of wasting to bel like this or that, make yourself into a silent, immovable giant.

Thats what the mountain is
Don’t waste your time trying to impress people.

If you become the sort of man people can respect, they’ll respect you whitout your doing anything

After that… not only for leadership this book present … but for society … that lead with the samurai-way … untuk masyarakat kita. Bangsa Indonesia memiliki cara hidupnya sendiri … tapi bukankah kita juga masih mencoba memaham

Jadii bagaimana dan mau kemana bangsa ini. wAKTU nya tidak singkat. Selayaknya bagaimana Musashi menyangsikan bagaimana kemampuannya untuk menjadi agen perubah masyarakat dan pemerintahan.

Teman, biarkan aku mengutip salah satu dialog lagi dari Musashi Miyamoto dan Takuan yang cukup menusuk eksistensi diri …

I’m afraid I’m still immature, imprudent–far from being truly enlightened. The more I travel, the longer the road becomes.
I have the feeling I’m climbing an endless mountain path, ” said Musashi straight that make Takuan responses.
That’s the way it has to be,”
said Takuan clearly pleased with the youth’s integrity and humility.
If a man not yet thirty claim to know the least bit about the
WAY, it’s an unmistikable sign his growth has stopped.



nb: sumber buku Eiji, Yoshikawa.1981.MUSASHI.Kodansha International ...
nb; HMJ TP … jalan kita masih panjang … sepanjang setiap tahun pucuk muda selalu berganti.
nbb : ini saatnya aku sampaikan bagaimana jalan ku sendiri … pertama … pusat semesta ku … she is ….somebody who i didn’t know ecxactly ….how is her face …
Share:

Viewer

Diberdayakan oleh Blogger.

DETOKS IT'S BUAH

IT's Buah

Labels